Arsip Piksi-L

Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya

Indeks - Tanggal   Indeks - Ulir Diskusi

[PIKSI-L] DIRGAHAYU INDONESIA

From "Akhmad Hadi Susanto" <asusant @ somewhere.in.the.world>
Date Fri, 18 Aug 2000 09:29:13 +0700


Forwarded.

---------------------- Forwarded by Akhmad Hadi Susanto/ARII/AIOGC/ARCO on
08/18/2000 15:31 ---------------------------


Hari Kurniawan <Kurniawan @ somewhere.in.the.world> on 08/18/2000 09:24:39

To:   Akhmad Hadi Susanto/ARII/AIOGC/ARCO @ somewhere.in.the.world, Daru <daruhananto @ somewhere.in.the.world>,
      Duli <dsp27 @ somewhere.in.the.world>, Fikri <fikri75 @ somewhere.in.the.world>, "Y. Narto Susilo"
      <SusiloN @ somewhere.in.the.world>, Yudo <yudo @ somewhere.in.the.world>, Santosa
      <tekpmn11 @ somewhere.in.the.world>, Suratmi <suratmi @ somewhere.in.the.world>, Beyana Maluegha
      <Maluegha @ somewhere.in.the.world>, Siswomardianie Estiningtiyas
      <entiq @ somewhere.in.the.world>, J e n d i <M.Jendi @ somewhere.in.the.world>, Erwinsyah
      <Erwinsyah @ somewhere.in.the.world>
cc:

Subject:  Fwd: [geofisika_ugm] DIRGAHAYU INDONESIA



--------------------------------------------------------------------<e|-
Best friends, most artistic, class clown Find 'em here:
http://click.egroups.com/1/8014/5/_/48885/_/966566084/
--------------------------------------------------------------------|e>-


Piksi-L merupakan mailing-list alumni asisten Piksi. Opini yang disampaikan di forum ini *sama sekali* tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi secara formal.

Berhenti: piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world

>Sebuah Puisi dari Mas Taufik Ismail untuk kita renungkan di hari kemerdekaan
>bangsa kita yang ke-55.  "Mengapa sering benar aku merunduk kini???"
>***************************************************************************
****
>
>MALU (AKU) JADI ORANG INDONESIA ?
>Oleh: Taufiq Ismail
>
>I
>Ketika di Pekalongan, SMA kelas tiga
>Ke Wisconsin aku dapat beasiswa
>Sembilan belas lima enam itulah tahunnya
>Aku gembira jadi anak revolusi Indonesia
>Negeriku baru enam tahun terhormat diakui dunia
>Terasa hebat merebut merdeka dari Belanda
>Sahabatku sekelas, Thomas Stone namanya,
>Whitefish Bay kampung asalnya
>Kagum dia pada revolusi Indonesia
>Dia mengarang tentang pertempuran Surabaya
>Jelas Bung Tomo sebagai tokoh utama
>Dan kecil-kecilan aku nara-sumbernya
>Dadaku busung jadi anak Indonesia
>Tom Stone akhirnya masuk West Point Academy
>Dan mendapat Ph.D. dari Rice University
>Dia sudah pensiun perwira tinggi dari U.S. Army
>Dulu dadaku tegap bila aku berdiri
>Mengapa sering benar aku merunduk kini
>
>II
>Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak
>Hukum tak tegak, doyong berderak-derak
>Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, ebuh Tun Razak,
>Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza
>Berjalan aku di Dam, Champs Élysées dan Mesopotamia
>Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata
>Dan kubenamkan topi baret di kepala
>Malu aku jadi orang Indonesia.
>
>III
>Di negeriku, selingkuh birokrasi peringkatnya di dunia nomor satu,
>Di negeriku, sekongkol bisnis dan birokrasi
>berterang-terang curang susah dicari tandingan,
>Di negeriku anak lelaki anak perempuan, kemenakan, sepupu
>dan cucu dimanja kuasa ayah, paman dan kakek
>secara hancur-hancuran seujung kuku tak perlu malu,
>Di negeriku komisi pembelian alat-alat berat, alat-alat ringan,
>senjata, pesawat tempur, kapal selam, kedele, terigu dan
>peuyeum dipotong birokrasi
>lebih separuh masuk kantung jas safari,
>Di kedutaan besar anak presiden, anak menteri, anak jenderal,
>anak sekjen dan anak dirjen dilayani seperti presiden,
>menteri, jenderal, sekjen dan dirjen sejati,
>agar orangtua mereka bersenang hati,
>
>Di negeriku khotbah, surat kabar, majalah, buku dan
>sandiwara yang opininya bersilang tak habis
>dan tak utus dilarang-larang,
>Di negeriku dibakar pasar pedagang jelata
>supaya berdiri pusat belanja modal raksasa,
>Di negeriku Udin dan Marsinah jadi syahid dan syahidah,
>ciumlah harum aroma mereka punya jenazah,
>sekarang saja sementara mereka kalah,
>kelak perencana dan pembunuh itu di dasar neraka
>oleh satpam akhirat akan diinjak dan dilunyah lumat-lumat,
>Di negeriku keputusan pengadilan secara agak rahasia
>dan tidak rahasia dapat ditawar dalam bentuk jual-beli,
>kabarnya dengan sepotong SK
>suatu hari akan masuk Bursa Efek Jakarta secara resmi,
>Di negeriku rasa aman tak ada karena dua puluh pungutan,
>lima belas ini-itu tekanan dan sepuluh macam ancaman,
>Di negeriku telepon banyak disadap, mata-mata kelebihan kerja,
>fotokopi gosip dan fitnah bertebar disebar-sebar,
>Di negeriku sepakbola sudah naik tingkat
>jadi pertunjukan teror penonton antarkota
>cuma karena sebagian sangat kecil bangsa kita
>tak pernah bersedia menerima skor pertandingan
>yang disetujui bersama,
>
>Di negeriku rupanya sudah diputuskan
>kita tak terlibat Piala Dunia demi keamanan antarbangsa,
>lagi pula Piala Dunia itu cuma urusan negara-negara kecil
>karena Cina, India, Rusia dan kita tak turut serta,
>sehingga cukuplah Indonesia jadi penonton lewat satelit saja,
>Di negeriku ada pembunuhan, penculikan
>dan penyiksaan rakyat terang-terangan di Aceh,
>Tanjung Priuk, Lampung, Haur Koneng,
>Nipah, Santa Cruz dan Irian,
>ada pula pembantahan terang-terangan
>yang merupakan dusta terang-terangan
>di bawah cahaya surya terang-terangan,
>dan matahari tidak pernah dipanggil ke pengadilan sebagai
>saksi terang-terangan,
>Di negeriku budi pekerti mulia di dalam kitab masih ada,
>tapi dalam kehidupan sehari-hari bagai jarum hilang
>menyelam di tumpukan jerami selepas menuai padi.
>
>IV
>Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak
>Hukum tak tegak, doyong berderak-derak
>Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, Lebuh Tun Razak,
>Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza
>Berjalan aku di Dam, Champs Élysées dan Mesopotamia
>Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata
>Dan kubenamkan topi baret di kepala
>Malu aku jadi orang Indonesia.
>
>
>TAUFIK ISMAIL
>
>
>
>


Regards,

Akhmad H. Susanto
Upstream Digital Business
BP Indonesia Business Unit
Tel. +6221-78548537

 

Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:41:36 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10