Arsip Piksi-L

Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya

Indeks - Tanggal   Indeks - Ulir Diskusi

[PIKSI-L] Sekarang komentar tentang negeri jiran (d.h. Re: Tentang Krisdayanti -- gara-gara Abah Riski)

From "Ikhlasul Amal" <amal @ somewhere.in.the.world>
Date Tue, 21 Nov 2000 08:37:07 +0000
Organization Kampung Angin Berdesir

On Mon, Nov 20, 2000 at 09:11:01AM -0800, Mahfudh Junaryanto wrote
(probably edited):
% 
% aku mendukung penuh sampeyan, tapi jangan lupa ada golongan yg
% berpikiran bahwa  fans berat Krisdayanti banyak yg belum sholat &
% puasa , sedang kalau pak kyai yg di TV mereka nggak akan nonton, yaa
% kali aja dapat hidayah dari situ ...

	Eit, hati-hati Fudh, nanti kyai-kyai di sini protes lho atas
	pernyataan sampeyan tentang 'hidayah'. Yang aku tahu sudah dapat
	rezeki dari 'Kota Santri' adalah pedagang busana muslimah di
	Pasar Turi, Surabaya.

	"Cari kerudung, Bu? Ini ada Kerudung Krisdayanti."
	"Krisdayanti? Bukannya kalau pakai baju ndak pernah sampai
	pundak?"

	Setelah Kerudung Benazir, Kerudung Mbak Tutut, sebenarnya hampir
	saja Kerudung Mega, cuma gara-gara insiden ritual di Pura, tren
	kerudung lari ke Krisdayanti. Kita tunggu saja 'angin balik'
	dari PAN yang mulai menebar sinyal dukungan kepada Ibu Mega...


% kritik buat sinetron Indonesia, disini TV melayu dulu sering memutar
% sinetron dari negara kita, tapi sekarang ini banyak diganti oleh
% sinetron dari Iran, Malaysia, bahkan Jepang dan Thailand ...tahu apa
% sebab ? cerita nggak jelas, menceritakan mimpi & glamorisme, nggak
% masuk akal, dan nggak punya misi  ... ini comment org melayu sini ...

	Jangan prasangka buruk dulu, sekalipun memang sudah 'buruk muka,
	cermin dibelah'. Pernah dengar salah satu hikayat kepahlawanan
	dari Aljazair tentang seorang penduduk yang menyelamatkan
	negerinya dari ancaman musuh dengan jalan perang-syaraf
	meletakkan bangkai keledai berperut buncit di jalan umum?
	Tujuannya agar musuh terkecoh menduga bahwa persediaan makanan
	di negeri itu masih melimpah-ruah.

	Nah, seperti itu pula sinetron kita. Supaya tuan dan puan di
	negeri jiran mafhum bahwa keadaan di sini makmur, penduduk
	kaya-raya dan berparas elok menawan. Soal banyak orang malas,
	tidak perlu bekerja, dan ribut soal kekasih terus, ya... namanya
	juga orang kaya?

	Makanya Fudh, pesan buat orang Singapura: jangan terlalu sibuk
	bekerja terus, sekali-kali menikmati hidup dengan impian-impian
	begitu lho. Bosan kan tinggal dengan ketertiban terus-menerus?
	Sekali-kali harus 'slonong-boy' supaya ide artistik keluar.
	Jangan seperti artis Malaysia: berganti-ganti datang ke
	Indonesia, 'cengkok' lagunya tetap saja, irama Melayu Riau pakai
	akordion zaman sastra Pujangga Baru. Kalau lagu mereka diputar
	langsung dari Internet, cukup pakai modem 1200 bps!

	Terus buat importir sinetron Singapura, jangan cuma bisa impor
	produksi keluarga Punjabi dong. Persaudaraan etnis India ya?
	Tengok Keluarga Cemara, Angkot Haji Imron, atau ya
	sejelek-jeleknya Misteri Gunung Merapi.

---end quoted text---

-- 
amal


-------------------------- eGroups Sponsor -------------------------~-~>
Create your business web site your way now at Bigstep.com.
It's the fast, easy way to get online, to promote your business,
and to sell your products and services. Try Bigstep.com now.
http://click.egroups.com/1/9183/2/_/48885/_/974770160/
---------------------------------------------------------------------_->


Piksi-L merupakan mailing-list alumni asisten Piksi. Opini yang disampaikan di forum ini *sama sekali* tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi secara formal.

Berhenti: piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world

 

Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:41:44 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10