Arsip Piksi-L

Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya

Indeks - Tanggal   Indeks - Ulir Diskusi

[PIKSI-L] FWD : [hikmah] ingat orang kecil

From "Heru Sunandar" <heru @ somewhere.in.the.world>
Date Thu, 31 May 2001 09:06:48 +0700

----- Original Message ----- 
From: "hendra mesa" <messa @ somewhere.in.the.world>

 Kawan-kawan,
 >
 > Sudah beberapa bulan ini gue perhatikan bahwa
 > kehidupan di Jakarta semakin lama semakin sulit. Gue
 > ngobrol sama banyak orang: supir taksi, satpam, tukang
 > jual majalah, etc, etc -- dan mereka semua mengeluhkan
 > keadaan yang sama bahwa Jakarta semakin berat dan
 > tampak sekali dari cara mereka bercerita bahwa mereka
 > sudah sangat terjepit dengan kehidupan di sini.
 >
 > Selain tidak terdistribusinya uang dengan baik, juga
 > memang keadaan politik yang tidak menentu cukup
 > menyumbang banyak dalam hal ini. Alasan gue menulis
 > e-mail ini adalah untuk mengajak kawan-kawan (terutama
 > yang ada di dalam negeri, especially Jakarta) untuk
 > mulai memainkan peran kita untuk menjaga keseimbangan
 > komunitas kita. Kalau bisa kita buat daftar di sini
 > apa yang bisa kita lakukan untuk menolong orang kecil.
 > Gue tidak bicara soal kita "menyumbang", karena urusan
 > menyumbang adalah urusan pribadi. Tapi gue mau
 > menolong orang kecil dengan cara menyatukan dengan
 > kehidupan sehari-hari.
 >
 > Kita lakukan dengan cara membeli jasa mereka atau pun
 > hasil produksi mereka, ketimbang kita membeli dari
 > rangkaian bisnis yang besar.
 >
 > Gue punya daftar, yang cukup mungkin untuk dilakukan
 > (gue harap kawan2 bisa menambahkan daftar ini sehingga
 > bisa lebih panjang):
 >
 > 1. Kalau beli majalah, jangan beli di dalam
 > supermarket atau toko buku. Tetapi usahakan untuk
 > membelinya dari kios pinggir jalan atau pun di lampu
 > merah. Sehingga uang keuntungan akan masuk ke orang
 > kecil.
 >
 > 2. Kalau beli sayur-sayuran, mungkin bisa beli di
 > tukang sayur yang lewat di rumah daripada beli di
 > supermarket. Kebanyakan dari kita tidak ada di rumah
 > pada saat tukang sayur lewat, tetapi bisa juga kita
> titipkan dengan pembantu/tetangga. Agak lebih repot
> sedikit, tetapi uangnya akan masuk ke orang kecil.
 >
 > 3. Ada baiknya secara berkala, misalnya satu bulan
 > sekali, kita panggil tukang nasi goreng/tukang sate
 > yang lewat di depan rumah. Walaupun kita tidak terlalu
 > ingin makan nasi goreng atau sate, tetapi boleh lah
 > sekali-sekali membeli dagangan mereka.
 >
 > 4. Sering kita berjalan-jalan dan mendapati beberapa
 > orang berjualan kue, misalnya kue pancong, kue ape,
 > dsb. Beli. Untuk kita uangnya tidak seberapa, tetapi
 > untuk mereka akan sangat berguna. Tentu saja jangan
 > keseringan, karena nanti kita juga bosen.
 >
 > 5. Gue orang yang paling anti sama pembajakan, tetapi
 > saat ini masalahnya udah lebih jauh daripada sekedar
 > prinsip-prinsip dasar. Gue mulai membeli VCD bajakan,
 > karena dengan itu uang yg gue keluarkan akan dapat
 > membantu si penjual (dan bukan masuk ke hollywood).
 > Cara buruk untuk membenarkan pembajakan, tetapi:
 > orang-orang kita sedang terpuruk dan ada agenda yg
 > lebih penting untuk di selesaikan.
 >
 > 6. Untuk yang cowok --> mungkin jika tidak terlalu
 > pusing sama model rambut, ada baiknya mulai potong
 > rambut di barbershop ketimbang di salon. Lumayan bisa
 > menolong mereka.
 >
 > Kalau di dalam mailing list ini ada 30 orang yang
 > tinggal di Jakarta, rasanya uang yang turun ke bawah
 > cukup lumayan. Jika kita beli nasi goreng seharga 4000
 > rupiah satu kali sebulan, maka uang yang kita
 > "berikan" ke orang kecil sudah mencapai 120 ribu
 > sebulan -- itu hanya dari urusan nasi goreng. Gue rasa
 > kalau kita membiasakan diri untuk melakukan ini, maka
 > mudah-mudahan secara perlahan kita bisa menyeimbangkan
 > distribusi uang ke bawah. Atau jika itu terlalu muluk
 > -- paling tidak kita sudah memainkan peran kita untuk
 > menolong orang kecil.



----------
Piksi-L @ somewhere.in.the.world merupakan 'mailing-list' alumni asisten Piksi,
ITB, Indonesia.

Opini yang disampaikan di forum ini merupakan pendapat/sikap
pribadi, kecuali secara eksplisit dinyatakan lain, dan *sama sekali*
tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi ITB secara formal.

Untuk berhenti, kirim email ke piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world
Pengelola Piksi-L: piksi-l-owner @ somewhere.in.the.world
Informasi Piksi-L: http://www.yahoogroups.com/group/piksi-l
 

Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/ 


 

Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:42:00 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10