Arsip Piksi-L

Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya

Indeks - Tanggal   Indeks - Ulir Diskusi

Re: [PIKSI-L] berbagi sedikit pengalaman

From "Ikhlasul Amal" <amal @ somewhere.in.the.world>
Date Thu, 7 Jun 2001 06:05:36 +0700
Organization Kampung Angin Berdesir

[Wed, 06 Jun 2001, 13:54:17 +0700 9.6K] fauziah @ somewhere.in.the.world menulis
(diedit):
% dear all,
% menarik sekali mengikuti obrolan mas epsi, lam, dan temen-temen yang
% laen. saya jadi pengen membagi sedkit pengalaman saya kemaren waktu
% mengunjungi mauritius. kalo diliat dipeta dunia, mauritius itu cuma

	Wah, Ibu Fauziah Swasono sudah jalan-jalan lagi...	:)
	Kapan ajak-ajak kami Fau?
	Sebagai gantinya nanti aku ajak jalan-jalan di depan
	'browser'...	:D

	Ini prasangka saya saja: Mauritius beruntung menjadi salah satu
	negara yang mendapat penjajah 'terbaik' di dunia. Seperti
	negara-negara persemakmuran lainnya, Inggris meninggalkan
	kondisi intelektual yang lebih baik (lihat saja, Nepal yang
	berada di pucuk pelosok, 'ndeso' seperti itu, memiliki raja
	alumni Harvard dan si pangeran yang dikabarkana patah hati itu
	mengenyam pendidikan di Eton).

	Tentu saja kita bisa lihat dari sisi terbaliknya: karena Inggris
	hebat dalam administrasi penjajahan, mereka halus sekali dalam
	hal menerapkan kolonialisme, sehingga sebuah bangsa bisa terbius
	berabad-abad. Lihat saja Brunei, kalem saja... merdeka ya tidak
	apa-apa, tidak merdeka juga boleh, toh prasarana dan kecukupan
	hidup sudah di atas rata-rata. Sampai-sampai India, anak benua
	Asia yang berada di bawah Ratu Kerajaan Bersatu (United
	Kingdom), menjelang kemerdekaan tidak terjadi bentrokan fisik
	luar biasa sebagaimana halnya Perang Kemerdekaan di negeri kita.
	Pernyataan resmi tentang kemerdekaan India pun disebut sebagai
	'peralihan kekuasaan' ('santun' sekali kan?).

	Entah kenapa, tampaknya 'berkah' negara persemakmuran adalah
	kemakmuran itu sendiri. Singapura yang saking kecilnya sampai
	sudah kebanjiran pendatang dari Indonesia, kurang makmur
	bagaimana; sekalipun ucapan Bapak Bangsa Lee Kuan Yeu membuat
	panas aktivis demokrasi, namun diamini saja oleh segenap babah
	akong di sana. Orang Hongkong (sekarang sudah dikembalikan ke
	RRC) sekalipun dikesankan sangar di film-film, tidak peduli juga
	dengan politik yang memang bikin ribut, panas hati di mana-mana.
	Bahkan Australia yang menjadi negara penjaga belahan bumi paling
	tenang ('pacific', berarti 'tenang') dengan kemandirian setinggi
	itu, eh, tetap saja penduduknya konservatif dan memilih
	bergabung dengan Kerajaan dan ogah berganti menjadi republik.
	Demikian juga negara terbesar di dunia, Kanada, ada ribut-ribut
	di Quebec soal Bahasa Inggris atau Perancis, akhirnya selesai
	dengan sendirinya juga dan praktis, tidak ada tuntutan merdeka
	yang sampai menebang puluhan pohon, bakar-bakar sekolah, gereja.

	Apalagi negara-negara koloni berukuran kecil yang di peta dunia
	Microsoft Encarta cuma diplot 4 pixel! Mauritius, Kepulauan
	Bahama, Pulau Christmas, kawasan Polinesia... yah, buat apa
	ribut-ribut? Yang penting pantai-pantai yang menawan itu dirawat
	dengan baik, sediakan landas-pacu yang cukup untuk penerbangan
	komersial, hotel-hotel dilengkapi alat-alat komunikasi yang
	canggih supaya setelah berdansa cukong-cukong itu tetap dapat
	mengontrol kapital-kapital mereka yang berserakan di seantero
	jagad. Beres kan? Buat apa juga mendirikan partai oposan,
	sementara anggota partai bentukan pemerintah saja jumlahnya
	masih kalah banyak dibanding anggota PKB Pasuruan Wetan.

	'Nasib' kita saudara-saudara, dijajah Belanda, yang meninggalkan
	kekerasan di Afrika Selatan dan baru saja sembuh.

% Dan yang paling menarik ini: Gus Dur tercinta itu cukup terkenal
% disana.... dalam artian negatif.... :(
% salah satu pengusaha ada yang bilang begini: I can't believe it... How
% could be an oldman and blind as a President.. where many talented,
% brilliant, and young persons out there in over 200 millions people.

	Setahunan yang lalu, teman saya dapat email dari koleganya di
	Amerika, isinya kira-kira begini: you poor nation is like a
	group of beggars lead by a blind man traveling around the world
	for charity.

	Seharusnya segera dibalas sbb. (waktu itu): ente ini belagu aje,
	ape kagak malu dipimpin oleh Pinokio di Gedung Putih yang
	menerima 'lip-service' dari gadis magang di Oval Room? (kasus
	Clinton, di salah satu media AS dikarikaturkan sebagai Pinokio
	yang bertambah panjang hidungnya. 'Oval Room' di Gedung Putih
	diplesetkan di humor-humor sadis Amerika sebagai 'Oral Room'!)

% Sering saya merasa orang eropa, jepang, dan amerika lebih ramah-tamah
% dibanding bangsa kita (yg dulu digembar-gemborkan ramah dan helpful).
% berapa sering kita saling tersenyum dan berbasa-basi dg orang lain
% dijalan? berapa banyak orang yang minta bantuan dijalan malah ditipu
% atau disesatkan? tentu saja

	Eh, orang Indonesia ramah-ramah lho, contohnya saya ini. Kalau
	kamu tidak percaya saya ramah, awas, aku gebug kalian semua.
	MENGERTI!

	Ha... ha...

---end quoted text---

-- 
amal
	Ayo tersenyum: negeri ini memerlukannya


----------
Piksi-L @ somewhere.in.the.world merupakan 'mailing-list' alumni asisten Piksi,
ITB, Indonesia.

Opini yang disampaikan di forum ini merupakan pendapat/sikap
pribadi, kecuali secara eksplisit dinyatakan lain, dan *sama sekali*
tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi ITB secara formal.

Untuk berhenti, kirim email ke piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world
Pengelola Piksi-L: piksi-l-owner @ somewhere.in.the.world
Informasi Piksi-L: http://www.yahoogroups.com/group/piksi-l
 

Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/ 


 

Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:42:00 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10