Arsip Piksi-L

Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya

Indeks - Tanggal   Indeks - Ulir Diskusi

[PIKSI-L] job-IT-USA.id & Indo-IT di LN (Fwd)

From Akhmad Hadi Susanto <akhmadhs @ somewhere.in.the.world>
Date Fri, 8 Jun 2001 02:33:18 -0700 (PDT)

Ini saya dapatkan dari adik saya FT'98 yang diforward dari temen alumni fisika setelah melalui 
Mikrajudin Abdullah (masih ingatkah bukunya?), Heri ... etc. Menarik juga, barangkali ada yang
belum membacanya.
Regards,
Anto


--
Ini ada informasi menarik tentang sisi lain dari profesi IT. Semoga
bermanfaat buat rekan-rekan milist manajemen terutama yang berkecimpung di
bisnis informasi  mengingat sekarang lagi hangat-hangatnya dibahas tentang
naik turunnya  bisnis dotcom.

Regards,


Heri Setiono

---------------------- Forwarded by Heri Setiono/PRODUCTION/PTAVEBE/ID on
04/23/2001 09:56 AM ---------------------------


"Mikrajuddin Abdullah" <din @ somewhere.in.the.world> on 04/25/2001 07:44:12 AM


Saya tahu topik ini di luar scope HFI jadi mohon maaf bagi Admin dan rekan2
yang terganggu, tetapi saya ingin mengomentari sedikit diskusi-diskusi
mengenai "IT":

Yang pertama-tama, masa depan "IT" di Amerika Serikat tidaklah seindah yang
digembar-gemborkan orang, terutama setelah "collapse of the new economy"
dan
perekonomian AS yang ambruk semenjak George W. Bush berkuasa. 60.000 IT
professional kehilangan pekerjaan semenjak awal tahun ini, dan 20.000
tenaga
IT asing dipulangkan ke negara mereka masing-masing. Bagi saya, hal ini
adalah sesuatu yang "baik" untuk menjaga keseimbangan, sekaligus "seleksi"
mana yang benar-benar IT professional dan mana yang IT "jadi-jadian", yang
terjun ke dunia IT karena melihat keberuntungan ekonomi tidak peduli latar
belakang mereka sebenarnya tidak mendukung untuk profesi yang bersangkutan.
Bayangkan, ada ahli tatanegara, bekerja di departemen luar negeri India,
tiba-tiba menjadi Visual Basic programmer, datang ke Amerika dengan visa
H1B, bukannya tidak bisa atau tidak boleh sih, tetapi kalau niatannya mau
jadi IT professional mengapa tidak kuliah di jurusan yang "berurusan"
dengan
IT?

Saya sendiri sudah memprogram dengan Fortran, COBOL dan Pascal sejak saya
kelas 2 SMU; dan bahwa saya menjalani pendidikan formil saya di Jurusan
Fisika sampai meraih gelar Master, that is just another fact, di Jurusan
Fisika sendiri saya menjadi Koordinator Asisten Lab Komputer, dan "Fisika"
tidak pernah menjadi "my only identity",  di sini saya selalu
memperkenalkan
diri, "I'm a Physicist, but I'm also working as a Principal Software
Architect and Project Manager for the Government of the State of
Massachusetts".

"IT" yang kita kenal sebagai "IBM WebSphere", "Microsoft .NET", "Oracle",
"Mainframe" atau semacam itu bukanlah bidang ilmu yang terlalu pantas
dijadikan "jurusan" di perguruan tinggi. Banyak orang gagal kuliah di
Computer Science Department karena menyangka mereka akan "diajari" hal-hal
semacam itu, dan kenyataannya di sana mereka diajari matakuliah-matakuliah
"abstrak" yang biasa diajarkan di Jurusan Matematika dan sama sekali tidak
ada "Oracle" nya, dan sebagai manajer saya tidak pernah mempekerjakan
"software engineer" apalagi yang berasal dari negara asing hanya berbekal
ijasah "Oracle" dari kursus-kursus komputer, kalau cuma begitu saja lebih
baik itu karyawan-karyawan saya yang bergaji di bawah $40,000/tahun saya
"sekolahkan" lagi Visual Basic atau semacam itu, kalau sudah jadi "software
engineer" kan gajinya bisa langsung di atas $60,000/tahun, daripada
mendatangkan orang asing yang sudah bahasa Inggrisnya berlepotan, susah
mengerti dan dimengerti lagi.

Di tempat kerja saya, banyak sekali manajer yang "complaint" mengenai
"kesulitan komunikasi" dengan para software engineer asing termasuk yang
berasal dari India, dan tak jarang saya dengan berat hati harus
memberhentikan karyawan saya oleh karena "kesulitan komunikasi" semacam
ini,
dan asal tahu saja, kalau mereka memegang "visa H1B", sekali mereka
diberhentikan, hari itu juga mereka diminta meninggalkan Amerika Serikat,
sehingga saya biasa memberikan "severance pay" (pesangon) yang diubah
menjadi paycheck sehingga tanggal PHK mereka yang resmi bisa menjadi dua
minggu setelah ybs diberhentikan untuk memberi mereka kesempatan mencari
pekerjaan lain dan mentransfer visa mereka ke perusahaan lain (kalau bisa)
atau berkemas-kemas meninggalkan Amerika Serikat.

Mempekerjakan karyawan asing dengan visa H1B merupakan dilema tersendiri
bagi kebanyakan perusahaan besar di AS, kalau tidak "terpaksa" sekali saya
tidak akan melakukannya, dan terus terang saya sangat concern dengan apa
yang disebut sebagai "bodyshop company", yaitu perusahaan-perusahaan yang
merekrut tenaga-tenaga "IT" asing baik yang beneran maupun jadi-jadian
untuk
dibawa ke AS dengan visa H1B untuk selanjutnya "ditempatkan" (baca: dijual)
ke perusahaan-perusahaan lain. Sudah cukup banyak cerita-cerita menyedihkan
sebagai akibat "bodyshop company" ini. Saya sendiri lebih suka
mengiming-imingi "six digit income" bagi senior software engineer Amerika
yang sudah makan asam garam perbisnisan di Amerika, tak diragukan
kemampuannya dalam client-relationship, tahu apa arti "arsitektur" piranti
lunak dan mahir melakukan business analysis. Memprogram dengan Java adalah
"one thing", sekali lagi, saya bisa mentraining pegawai saya untuk itu dan
tidak perlu mendatangkan orang dari luar negeri, tetapi saya tidak akan
menggaji orang $135,000/tahun untuk melakukan "inheritance", saya menggaji
insinyur saya sebesar itu karena insinyur saya mampu melakukan business
analysis yang sangat rumit, asal tahu saja, di departemen tempat saya
bekerja orang sampai menangis (dalam arti yang sebenarnya) ketika
bertengkar
juga dalam arti yang sebenarnya) di conference room, dan kami nyaris tidak
bisa menurunkan business rules dari apa yang selama ini dilakukan secara
manual "menurut pertimbangan pribadi".

"Kita harus bisa mengambil data konsumer, kontrak dan pendanaan dari tiga
database mainframe yang tidak kita ketahui strukturnya secara detail, dana
dialokasikan dari baris pertama tetapi bila tidak cukup, bisa diambil dari
baris-baris lainnya (tidak ada aturannya karena selama ini dikerjakan
secara
manual/menurut pertimbangan pribadi) dan tidak boleh mengganggu
kontrak-kontrak di mana baris-baris dana tersebut dialokasikan, dan setelah
dana diberikan, dana tersebut harus diminta kembali bila ternyata
konsumernya meninggal, dan dana tersebut bisa langsung dibayarkan begitu
tersedia."

Saya terus terang tidak tahu "ke mana" arah perkembangan IT di luar
Amerika,
di Amerika sendiri saya harus melakukan "manuver-manuver manis" untuk "stay
on top", tidak ada kata "focus" di sini, kemarin COM, sekarang WebSphere,
saya tidak punya bidang spesialisasi, di mana ada kesempatan, di situlah
saya berkiprah. Karir dalam bidang IT sedikit "berbeda" dengan bidang
Fisika, di mana dalam bidang ini orang "biasanya" (baca: tidak semuanya)
digerakkan oleh penggerak ekonomi yang dikenal dengan sebutan "uang",
segala
sesuatu yang tidak menghasilkan "uang" adalah "hobby" atau "amal"
(charity),
dan bagi saya, "beramal" itu tempatnya di dalam lingkungan keagamaan atau
sekolah/perguruan tinggi, berhobby itu tempatnya di lapangan golf, dan
bukan
dalam dunia bisnis/politik. Dalam bisnis/politik, orang tidak beramal, dan
juga tidak ada persahabatan abadi, yang abadi adalah "kepentingan"
bisnis/politik nya sendiri-sendiri. Dunia bisnis di Amerika itu seperti
"rimba", saya memang dibesarkan di Pantai Timur Amerika sehingga tahu
"what's going on" di sini. Begitu lulus ITB saya langsung terbang ke New
York, jadi analyst saham di Wall Street, I know what to do when Nasdaq is
going down, it isn't a joke, it isn't as fun as what we see in the movies,
sometimes it is a matter of life and death, pekerjaan saya yang sekarang
penuh dengan lumpur dan intrik politik, politik itu berarti anda tidak bisa
mempercayai siapapun, atasan, bawahan atau rekan sekerja dengan tetap
pasang
senyum yang tulus, orang-orang Amerika pada dasarnya adalah orang-orang
yang
sangat ramah, di sini kalau anda tidak menyapa anda akan dijauhi/dikira
orang jahat tetapi "when coming to business/politics", they're
unbelievable!

Pesan saya bagi teman2 Indonesia baik yang berprofesi sebagai fisikawan
atau
"berubah haluan" ke IT ialah, "bekerjalah bagi negara anda", saya berada di
Amerika karena keluarga saya berada di sini, saya berada di Boston karena
memiliki "kepentingan" dengan Harvard University dan MIT, nothing more and
nothing less, dan di sini tidak ada "gaji tinggi" atau segudang mimpi
seperti yang diceriterakan di media-media massa, orang tidak menggaji
tinggi
saya "for nothing", ada imbal balik yang harus saya berikan, and not
everybody can do that.

Tentang wawancara, saya rasa pendapat saya tidak sangat representatif
karena
latar belakang saya yang berbeda dengan kebanyakan orang yang menganggap
Amerika Serikat sebagai "luar negeri", saya tidak pernah merintis/memiliki
pengalaman karir bisnis di luar Amerika (kalau akademis memang pernah,
tetapi tentu saja hal itu tidak termasuk cakupan wawancara yang diusulkan)
sehingga tentu saja tidak tahu apa "bedanya" dengan bekerja di Jakarta,
misalnya.

Salam,

Wicak


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get personalized email addresses from Yahoo! Mail - only $35 
a year!  http://personal.mail.yahoo.com/

----------
Piksi-L @ somewhere.in.the.world merupakan 'mailing-list' alumni asisten Piksi,
ITB, Indonesia.

Opini yang disampaikan di forum ini merupakan pendapat/sikap
pribadi, kecuali secara eksplisit dinyatakan lain, dan *sama sekali*
tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi ITB secara formal.

Untuk berhenti, kirim email ke piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world
Pengelola Piksi-L: piksi-l-owner @ somewhere.in.the.world
Informasi Piksi-L: http://www.yahoogroups.com/group/piksi-l
 

Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/ 


 

Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:42:00 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10