Arsip Piksi-L

Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya

Indeks - Tanggal   Indeks - Ulir Diskusi

Re: [PIKSI-L] job-IT-USA.id & Indo-IT di LN (Fwd)

From fauziah @ somewhere.in.the.world
Date Mon, 11 Jun 2001 12:56:54 +0700

> - Jadi terkesan 'heroik' ya, anjuran si Wicak agar 'kerjakan
>   yang terbaik di negeri sendiri'. Padahal umumnya penyebab
>   pelarian tenaga ahli ('brain-drain') dari sebuah negara
>   adalah kondisi yang tidak kondusif di negara asal. Setelah
>   Pakta Warsawa ambruk, tenaga ahli mereka berlarian ke Barat.
>   Demikian pula India: dengan satu milyar kepala harus disuapi,
>   sebagian dari mereka harus datang ke Lembah Silikon sebagai
>   pemrogram, sebagian yang lain berjualan kain di Dalem Kaum.
>   Sebagai ilustrasi, keluarga yang melahirkan bayi
>   ke-satu-milyar di India, 'hanya' berpenghasilan US$ 35/bulan
>   saat itu.
>
Iya.. saya setuju dg pendapat mas amal. Orang boleh aja cinta sama negerinya
(saya pikir kita semua cinta sama Indo) tapi disisi lain orang juga perlu
pemenuhan kebutuhannya. Selain cinta sama Indo, kalo saya ditanya apa yang
kamu benci dari Indo? Saya akan jawab saya punya banyak ketidak sukaan,
dijalanan kita tidak merasa aman lagi, baca koran isinya bikin hati panas
dan nelongso, saya tidak pernah bisa mengerti kenapa potong kepala orang
dijadiin santapan berita tapi tidak pernah diselesaikan secara tuntas dan
adil, aceh dan ambon yang penuh darah (siapa yang bisa menjamin kalau
jakarta dan bandung tidak akan pernah menjadi seperti itu?). belum lagi
orang-orang culas yang jadi pemimpin dan pengambil keputusan, siapa bilang
bisnis di Indo tidak kejam? temen-temen saya dari kalangan bisnis or
konsultan bisnis bekerja seperti robot. Belum melihat berapa banyak
anak-anak jadi korban kekerasan dijalanan?
Setiap orang pasti ingin membantu menyelesaikan masalah ini, tapi masalah
Indo sudah overburden, overload entah over apalagi sementara kemauan para
decision makers untuk menyelesaikan juga lebih kecil daripada mikirin apakah
mobil jaguarnya sudah diservis. This is a matter of morality. Saya cukup
dekat dg seseorang yang (pernah) dekat dg presiden, wapres, dan para
menteri... dan saya bisa mengerti mengapa dia menjadi hopeless juga dg masa
depan negeri ini. Salah satu kalimatnya yang berkesan bagi saya: kalaupun
kita semua penduduk Indo bekerja keras bersama-sama, tidak penuh intrik dan
permusuhan, tidak mementingkan diri kita sendiri,  tetap aja masalah negeri
ini masih *sangat berat*  walaupun insya Allah bisa kita selesaikan. Nah...
makin hari kayaknya negara kita getting worse kan?
Saya tidak berniat menganjurkan semua orang untuk pergi aja dari sini atau
untuk tetap aja disini. Tapi bagi saya orang punya hak dan alasan
masing-masing (termasuk bagi mereka yang pilih kerja dinegeri penjajah atau
mati-matian berjuang didalam). Bukankah kita ingin anak kita tumbuh
dilingkungan yang aman dan kondusif? Bukankah kita juga tidak ingin baca
koran yang isinya berantem melulu? Bukankah kita juga ingin dihargai
selayaknya? yaaa........ it's my opinion...

fau.....


----------
Piksi-L @ somewhere.in.the.world merupakan 'mailing-list' alumni asisten Piksi,
ITB, Indonesia.

Opini yang disampaikan di forum ini merupakan pendapat/sikap
pribadi, kecuali secara eksplisit dinyatakan lain, dan *sama sekali*
tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi ITB secara formal.

Untuk berhenti, kirim email ke piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world
Pengelola Piksi-L: piksi-l-owner @ somewhere.in.the.world
Informasi Piksi-L: http://www.yahoogroups.com/group/piksi-l
 

Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/ 


 

Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:42:00 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10